Pada intinya,
pemrograman visual membawa OOP ke level berikutnya. Tujuan pemrograman
visual adalah agar pemrograman menjadi lebih mudah bagi para programmer
dan lebih mudah diakses oleh kalangan nonprogrammer dengan meminjam
bahasa OOP, dan mempraktikanya secara grafis atau visual. Pemrograman
visual memungkinkan pengguana untuk lebih fokus pada pemecahan masalah
ketimbang cara menangani bahasa pemrograman. Di sini Anda tidak perlu
mempelajari sintaks atau menulis kode.
Pemrograman
visual adalah metode pembuatan program dimana programmer
membuat koneksi antara objek-objek dengan cara menggambar, menunjuk,,
dan mengklik pada diagram dan ikon dan dengan berinteraksi dengan
diagram alur. Jadi, programmer bisa menciptakan program dengan cara
mengklik pada ikon yang mewakili rutin-rutin pemrograman secara umum.
Contoh
pemrograman visual adalah Visual BASIC, bahasa pemrograman berorientasi
objek yang berbasis Windows dari Microsoft yang mengizinkan pengguna
mengembangkan aplikasi Windows dan Office dengan (1) membuat tombol
perintah, kotak teks, jendela dan toolbar, (2) selanjutnya akan di-link
ke program BASIC yang kecil yang melakukan tindakan tertentu.
Visual
BASIC merupakan even-driven, artinya program menunggu
pengguna melakukan sesuatu (“event”), seperti klik pada ikon, dan
kemudian program akan merespons. Misalnya , pada permulaan pengguna
dapat menggunakan piranti geser dan turunkan (drag-and-drop) untuk
mengembangkan antar muka pengguna grafis yang dibuaat
secara otomatis oleh program. Karen penggunaanya mudah, Visual
BASIC memungkinkan programmer pemula untuk mencipatakan
aplikasi-aplikasi berbasis windows yang menarik.
Sejak
diluncurkan pada 1990, pendekatan Visual Basic menjadi
norma untuk bahasa pemrograman. Sekarang ada banyak lingkungan visual
untuk banyak bahasa pemrograman termasuk C, C++, Pascal, dan
Java. Visual BASIC terkadang disebut rapid application
development (RAD) karena memungkinkan programmer membuat aplikasi
prototype dengan cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar